“Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat membantu proses penulisan ilmiah, tetapi harus digunakan secara bijak. Orisinalitas, kebaruan (novelty), dan ketepatan data tetap menjadi tanggung jawab penulis,” tegasnya.
Dua Kompetensi Utama Mahasiswa Pascasarjana
Ketua Panitia sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Hukum FH USK, Prof. Dr. Teuku Muttaqin Mansur, M.H., mengatakan workshop tersebut merupakan bagian dari agenda penguatan kapasitas akademik mahasiswa pascasarjana, khususnya dalam penyusunan tesis, disertasi, dan publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi.
“Kami menggabungkan dua materi penting, yaitu penguatan metodologi penelitian hukum dan strategi publikasi jurnal internasional bereputasi. Keduanya menjadi kebutuhan utama mahasiswa pascasarjana untuk menghasilkan penelitian berkualitas sekaligus mendukung penyelesaian studi tepat waktu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penelitian hukum pada Program Studi Doktor Ilmu Hukum dapat menggunakan pendekatan yuridis normatif, yuridis empiris, maupun metode gabungan (mixed methods), sesuai karakteristik permasalahan dan tujuan penelitian.
Sementara itu, bagi mahasiswa doktor, publikasi pada jurnal internasional bereputasi menjadi salah satu persyaratan akademik dalam tahapan penyelesaian disertasi.
Hadirkan Empat Narasumber
Workshop ini menghadirkan empat narasumber dengan keahlian di bidang metodologi penelitian hukum dan publikasi ilmiah.
Materi Metodologi Penelitian Hukum disampaikan oleh Prof. Dr. Ilyas Ismail, S.H., M.Hum., dan Dr. Yanis Rinaldi, S.H., M.Hum. Adapun materi strategi menembus jurnal internasional bereputasi disampaikan oleh Prof. Jarjani Usman, Ph.D., managing editor jurnal internasional Gender Equity, serta Dr. Tabrani ZA, managing editor Jurnal Ilmiah Peuradeun yang disebutkan berstatus Q1.






