Pohon trembesi tumbang di Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Foto: Istimewa
Banda Aceh, Acehinspirasi.com l Tumbangnya pohon trembesi di Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 19.30 WIB, menjadi peringatan akan pentingnya evaluasi kondisi pepohonan dan infrastruktur di sepanjang jalur menuju situs tsunami PLTD Apung.
Peristiwa tersebut kembali memunculkan kekhawatiran warga terhadap keberadaan pohon trembesi berukuran besar yang tumbuh di kawasan permukiman padat penduduk sekaligus jalur kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.
Muhammad Munzir, warga setempat sekaligus tokoh pemuda Kota Banda Aceh, menilai kejadian tersebut perlu menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mengevaluasi pengelolaan dan pemeliharaan pohon serta fasilitas publik, terutama di bawah kewenangan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) dan Dinas Pariwisata.
Menurutnya, penanganan tidak cukup dilakukan setelah pohon tumbang. Pemeriksaan terhadap pohon-pohon lain yang berpotensi membahayakan warga dan pengguna jalan juga perlu segera dilakukan.
Pohon Besar Dinilai Mengancam Rumah dan Pengguna Jalan
Keberadaan pohon trembesi berukuran besar di kawasan tersebut dinilai menyimpan sejumlah risiko. Akar pohon berpotensi merusak fondasi rumah, trotoar, aspal, hingga badan jalan beton. Sementara itu, cabang yang rapuh dapat patah ketika diterpa angin kencang atau hujan deras dan berisiko menimpa kendaraan, rumah warga, maupun jaringan kabel listrik.






