Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Pledoi untuk Muchsin Kamal, Dari pengamat Terorisme Indonesia Al Chaidar

19
×

Pledoi untuk Muchsin Kamal, Dari pengamat Terorisme Indonesia Al Chaidar

Sebarkan artikel ini
IMG 20210405 WA0009

Lhokseumawe, Acehinspirasi.com | Al Chaidar, dari Departemen Antropologi Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, yang dikenal sebagai pengamat terorisme di Indonesia turut Mencuri perhatiannya. ia memberikan keterangan pembelaannya, hal ini sempat mencuri perhatian publik. Berikut penjelasannya.

Informasi ini disampaikan dalam Siaran Pers Melalui pesan WhatsApp kepada Media ini. Senin, (5/04/2021).

Ditangkapnya Muchsin Kamal bin Zulkifli di Banda Aceh oleh polisi karena terkait dengan serangan air-soft-gun yang digunakan oleh Zakiah Aini, seorang lone wolf perempuan penyerang Mabes Polri di Jakarta, 1 April 2021, menyisakan secuil asa untuk membelanya.

Sebagai peneliti tentang terorisme saya sangat meyakini bahwa Muchsin Kamal atau kerap disapa Imam Muda ini tidak bersalah dan sama sekali tak terkait dengan peristiwa serangan lone-wolf tersebut secara yuridis.

Muchsin Kamal lahir di Lampoh Saka, Peukan Baroe, Pidie 6 Juli 1991, tiga puluh tahun lalu. Muchsin Kamal adalah seorang saudagar muda yang hebat.

Seperti kebiasaan pedagang di wilayah Pidie yang taat beragama dan rasional dalam mengelola bisnis, dia sangat sukses dalam berbagai bisnis perkebunan sawit, dagang air-soft-gun, jual beli bedil angin, dan perkebunan alpukat. Bisnis kebun alpukat bahkan sangat sukses dan mampu memperkerjakan banyak eks kombatan GAM (Gerakan Aceh Merdeka) yang tak terayomi oleh program reintegrasi pasca Memorandum of Understanding di Helsinki 2005.

Bagi kawan-kawannya eks Jalin 2010 yang sangat mengenalnya, Muhsin Kamal sangat anti terhadap ISIS (Islamic State of Iraq and Syam), dan membawa pemahaman yg sangat moderat setelah keluar dari penjara. Sebelum penangkapan kemarin sempat komunikasi beberapa rekannya, dan mereka berani menjamin Muchsin Kamal tidak tahu menahu dengan aksi lone-wolf Zakiah Aini di Mabes Polri Jakarta.

Girl in a jacket