Tgk Mahmud membuka pengajian di rumahnya tersebut tanpa pamrih, tidak ada pungutan biaya, niatnya mendidik anak anak dalam belajar ilmu agama untuk bekal di kala dewasa serta mengharapkan ridho Allah semata.
Seingat kami tambahnya, ketika itu Alm Prof Dr Syamsuddin Mahmud, sudah menjadi dosen di Unsyiah bahkan beliau baru pulang menyelesaikan pendidikannya dari Belgia.
“Itu kami dengar dari cerita Ayahnya atau guru ngaji kami Chik Mud. Jumlah kami yang mengaji lumayan banyak ada yang laki laki juga ada yang perempuan umumnya warga gampong Lada,” tutup Ramli, sambil meneguk secangkir kopi hangat yang telah tersedia.(Red)







