Dalam amanatnya, Sekda mengajak seluruh jajaran Bank Aceh untuk terus meningkatkan kinerja dan bersyukur atas capaian positif selama ini.“Kita patut bersyukur, selama Bank Aceh menjadi Bank Aceh Syariah, telah mengalami kemajuan yang sangat signifikan. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, capaian kinerja Bank Aceh hingga 30 Juni 2021, cukup menggembirakan. Hal ini terlihat dari total aset Bank Aceh bertambah dari Rp.24,2 triliun menjadi Rp.27,3 triliun atau meningkat sebesar 13,05 persen,” kata Taqwallah.
Tak hanya peningkatan total aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga bertambah dari Rp.20 triliun menjadi Rp.23,4 triliun (meningkat 14,06 persen) Pembiayaan Juga meningkat dari Rp.14,5 triliun menjadi Rp.15,7 triliun (meningkat 8,54 persen).
Selain itu, sambung Taqwallah, Laba Bank Aceh juga bertambah dari Rp.188,6 milyar menjadi Rp. 220,3 milyar.
“Disamping kesuksesan dari sisi angka-angka kinerja, dalam rangka meningkatkan layanan dan transaksi, sepanjang 2020-2021 Bank Aceh berhasil meluncurkan 4 layanan transaksi, yaitu Kartu debet, Cash Recycling Machine (CRM) Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) dan tambahan fitur Action Mobile Banking,” sambung Taqwallah.
Namun di sisi lain, Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah, mengingatkan seluruh jajaran Bank Aceh untuk menindaklanjuti hasil Rapat Umum Pemegang Saham, Rapat Kerja serta kunjungan lapangan Dewan Komisaris pada 103 kantor cabang pembantu dan kantor kas.
“Kita semua perlu segera menindaklanjuti hasil RUPS, Rapat Kerja serta kunjungan lapangan Dewan Komisaris pada 103 kantor cabang pembantu dan kantor kas, yang merupakan harapan dari seluruh pemangku kepentingan, antara lain, pembiayaan peningkatan pembiayaan produktif,” ujarnya.







