Oleh karena itu, wajar untuk saat ini warga dan pengurus beberapa Cabor merasa pesimis dan khawatir jika Aceh Tengggara tak bisa ikut Pekan Olah Raga Aceh yang akan berlangsung di kabupaten Pidie pada tahun 2022 mendatang.
“Tak mungkin dengan dana 300 Juta, pengurus cabor bisa mengikuti pra pora, karena dana sebesar itu akan habis hanya untuk pra pora bagi beberapa cabor saja, Padahal Aceh Tenggara disebut, akan ikut dalam 13 cabang olah raga,”Katanya jumat (13/8/21).
Terkait minimnya alokasi dana tersebut sumber menduga hal itu ditengarai lemahnya analisa pengurus KONI Aceh Tenggara, terkait kalender kegiatan olah raga tahunan di tingkat Provinisi, akibatnya setiap menjelang even-even penting, Aceh Tenggara selalu diterpa krisis dana.
Saat ini, Dikatakan sumber pemkab dan DPRK harus mengambil kebijakan sebagai solusi agar 13 dari 36 cabor yang diperlombakan dan dipertandingkan pada pra pora Pidie Tahun 2022 mendatang bisa diikuti oleh kontingen Aceh Tenggara.
Sementara, Ilham Ketua Harian KONI Aceh Tenggara, Jumat (13/8/21) kepada wartawan, membenarkan cekak dan minimnya dana KONI Agara untuk tahun 2021, yang hanya senilai Rp. 300 Juta, sedangkan cabor yang diutus mengikuti prapora sebanyak 13 cabang olahraga.
Berikut Cabang olahraga yang rencananya mengikuti pro pora tahun depan diantaranya, Drum Band, Karate, Muay Thai, Atletik, Tinju,Menembak, Futsal, Pencak Silat, Sepak Bola, Arung Jeram, Pentaque, Catur dan Badminton.
Kemudian, bagi cabor populer lainnya seperti sepak takraw, renang,tenis meja, balap sepeda, balap motor, kempo dan Bola Voli, Aceh Tenggara dipastikan absen pada Pekan Olah Raga 2022 akan datang.







