Sementara itu, dari Bank Aceh, turut dihadiri oleh Direktur Utama, Haizir Sulaiman, dan Pemimpin Divisi Perencanaan, Budi Kafrawi.
Kunjungan kerja antara lain dilakukan melalui audiensi dengan sejumlah kepala daerah sejak Rabu, 18-22 Agustus 2021. Kabupaten/Kota yang dikunjungi adalah Aceh Jaya, Aceh Barat Daya, Singkil, Subulussalam, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Aceh Tengah.
Bupati Aceh Jaya, Teuku Irfan TB, Rabu (18/08/2021), dalam kesempatan singkat di Calang mengatakan, Aceh Jaya menyimpan potensi sumber daya yang sangat besar untuk dikelola, baik di sektor pertanian maupun perikanan. Tidak hanya itu, Aceh Jaya juga memiliki potensi pupuk organik. Namun, menurutnya, dibutuhkan orientasi jangka panjang dan sinergi dari seluruh pihak dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Abdya, Akmal Ibrahim dalam pertemuan di kediamannya, Rabu (18/08/2021) malam mengatakan, Abdya memiliki potensi sumber daya perikanan dan pertanian yang sangat prospektif. “Saat ini masyarakat di Abdya sedang menggalakkan budidaya udang vaname,” ujarnya.
Udang vaname diketahui memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya, udang itu mudah beradaptasi, kemungkinan udang mati juga sangat kecil, sehingga memiliki prospek yang cukup baik untuk dibudidayakan. Di samping itu, laju pertumbuhan udang vaname juga cepat. Sehingga pengelola tambak tidak perlu menunggu panen dengan waktu yang terlalu lama.
Di sektor pertanian, lanjut Akmal, ia dengan dinas terkait tengah melakukan budidaya dan sosialisasi tanaman polong jengkol. Menurutnya, komoditas jengkol di Abdya di hargai sebesar Rp 13.000/kg. Sementara itu di pulau Jawa, dengan kuantitas yang sama, harganya bisa setara harga daging sapi.







