Bupati Gayo Lues, H Muhammad Amru, dalam sambutannya saat audiensi bersama OJK, Bank Indonesia dan Bank Aceh, Sabtu (21/08/2021) mengatakan, sere wangi merupakan komoditas unggulan di daerahnya. Namun, secara geografis, 80 persen wilayah Kabupaten Gayo Lues merupakan kawasan hutan lindung, sehingga pemanfaatan lahan untuk pertanian cenderung terbatas.
“Hal ini berdampak pada kemampuan produksi belum mampu memenuhi kapasitas minimal untuk melakukan ekspor secara mandiri,” ujarnya. Menurutnya, dibutuhkan konsolidasi dengan sejumlah kabupaten/kota penghasil komoditas serupa untuk meningkatkan posisi tawar bagi produksi yang dihasilkan.
Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, dalam audiensi di pendopo, Minggu, (22/08/2021) menyambut baik kunjungan tim sembilan dan Bank Aceh.
Dikatakan, selain kopi gayo, daerah Aceh Tengah memiliki komoditas unggulan seperti bawang dan cabe. “Namun, selain penggunaan pestisida, kerusakan alam turut mempengaruhi kualitas komoditas tersebut,” ujarnya.
Ia berharap, tim sembilan dapat mendukung program pemerintah Aceh Tengah dalam mengoptimalkan produksi dan kualitas komoditas uanggulan yang ada di Aceh Tengah, baik dari segi produktifitas maupun akses pasar yang lebih besar bagi petani yang ada di Aceh Tengah.
Menurutnya, selama ini Bank Aceh telah memberikan konstribusi yang luar biasa dalam mendukung usaha mikro kecil dan menengah, baik melalui pembiayaan secara langsung, maupun resi gudang.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Aceh, Yusri mengatakan, salah satu peran penting OJK saat ini di Aceh adalah memastikan implementasi Qanun LKS Nomor 11 tahun 2018. Yusri mengatakan, sebagai lembaga yang diberikan tugas untuk mengatur, mengawasi dan melindungi sektor perbankan, maupun lembaga keuangan lainnya, dirinya ingin mendengar langsung setiap masukan maupun permasalahan perbankan yang ada di masing-masing daerah.







