“Pemerintah Aceh mendukung langkah yang di lakukan SKK Migas, BPMA dan KKKS dalam upaya melakukan pencarian minyak di lepas pantai Aceh. Kami berharap pengeboran eksplorasi ini dapat berhasil dan menemukan cadangan migas yang baru. Kami juga berharap agar BPMA dapat berperan menjadi katalisator dalam komunikasi bersama stakeholder dan pemangku kepentingan di daerah”. Kata Gubernur Aceh.
Dalam upaya mencari cadangan migas yang baru, SKK Migas bersama KKKS Wilayah Aceh terus bersinergi dengan pemangku kepentingan baik di level Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Terbaru, SKK Migas bersama KKKS Pertamina Hulu Rokan Zona 1 telah melakukan koordinasi dan komunikasi bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur dan Lhokseumawe setelah awal tahun lalu juga berkoordinasi dengan Gubernur Aceh untuk menyampaikan rencana dan progress eksplorasi pengeboran 3 sumur NSO-R2, NSO-S2 dan NSO-XLLL di lepas pantai (offshore) yang berjarak sekitar 100 KM dari Lhokseumawe. Sumur eksplorasi tersebut direncanakan mulai dibor pada Akhir November 2021.
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa SKK Migas dan KKKS khususnya di Provinsi Aceh sedang berusaha mencari cadangan migas yang baru untuk mendukung tercapainya target 1 Juta barel di tahun 2030 yang merupakan target dari Pemerintah.
“SKK Migas bersama KKKS sedang gencar untuk melakukan eksplorasi untuk menambah cadangan migas, tahun ini Pertamina Hulu Rokan Zona 1 akan mengebor 3 sumur. Tahun depan direncanakan Premier Oil Andaman Ltd yang akan melakukan pengeboran 1 hingga 2 sumur yang lokasinya berada di perbatasan laut NKRI .







