“Saya optimis, provinsi-provinsi lain dapat melaksanakan syariat Islam secara formil, tentunya dengan perjuangan yang gigih. Provinsi Aceh dan Sumatra Utara dalam hal ini dapat bekerjasama untuk saling membentengi dan juga saling mendukung agar cahaya Islam di kedua wilayah tersebut tetap bersinar dan panji Islam tetap tegak.”
Beliau menambahkan, “meskipun tantangan yang dihadapi muslim Sumatera Utara lebih besar karena kemajemukan masyarakatnya, tetapi Islam selalu dapat membuktikan bahwa ketinggian ajaran-ajarannya, yang dalam hal ini dapat ditunjukkan melalui regulasi-regulasi daerah yang Islami dan mapan, akan dapat mengalahkan berbagai tantangan tersebut dan bahkan akan terus menjadi sumber ketertarikan umat agama lain terhadap Islam.”
Ketua MIUMI Aceh Ustaz Dr. Muhammad Yusran, Lc., MA yang juga sebagai dosen UIN Ar-Raniry yang ikut hadir juga memberi sambutan setelah sesi perkenalan pihak yang hafir. Dia menyambut gembira kedatangan rombongan MUI ke Aceh.
“Alhamdulillah, saya senang bisa bertemu dengan MUI Sumatera Utara dan bisa membantu mengfasiltasi pertemuan silatturrahmi antara MUI Sumatera Utara dengan Dinas Syariat Aceh.”
“Terlebih lagi, memang ada agenda MUI juga untuk bertemu dengan saya sebagai ketua MIUMI Aceh. Maka sekalian saja ketemu di kantor Dinas Syariat Islam Aceh. Karena kami MIUMI Aceh belum punya kantor.” ujar Yusran
Selanjutnya ustaz Yusran Hadi yang juga alumni Madinah Arab Saudi dan ketua Jaringan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) Aceh ini mengatakan bahwa pertemuan ini juga sekaligus pertemuan silaturrahmi sesama anggota JATTI Sumatera Utara dan Aceh.







