Dengan demikian pembangunan masjid yang memiliki nilai sejarah ini kiranya kedepan akan menjadi bagian yang terintegrasi dengan mesium malikussaleh yang telah terlebih dulu dibangun dan makam- makan para sultan- sultanah serta para ulama dan para syuhada yang ada disana.
Kesultanan samudra pasai menurut catatan sejarah sempat di kunjungi oleh Ibnu Battutah dari Maroko pada masa Sultan Mahmud Malik Az-zahirb (1326 – 1345).
Perjalanan keliling dunia yang dilakukan oleh ibnu Battutah dan persinggahannya di samudra pasai sempat ditulis dalam kitapnya Ridlah Ibnu Battutah dan menjadi catatan penting bagi sejarawan dunia dalam pengungkapan fakta sejarah bagaimana samaudra pasai telah tumbuh dan berkembang sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara yang menganut Mazhab Syafi’i.
Pada catatan sejarah yang lain juga Laksamana Cheng Ho seorang laksamana muslim dari Yunan China yang pernah singgah di samudra pasai dalam exspedinya dengan membawa ratusan kapal dan puluhan ribu awaknya pada masa Sultanah Ratu Nahrasiyah ( 1405_1428 ) sempat mendirikan sebuah gudang besar (guanchang) di samudra pasai dan Lonceng Cakra Donya yang kemudian setelah Samudra pasai berada dibawah kekuasaan kerajaan Aceh Darussalam Lonceng Cakra Donya dipindahkan ke Banda Aceh.
Kisah tentang jejak laksamana Cheng ho dapat kita temukan dalam buku prof .Huum sin Hoon dengan judul Cheng Ho. Yang sekaligus memberi fakta bahwa expedisi Ibnu Battutah Cheng Ho 1405 telah lebih dulu dilakukan dengan jarah 87 tahun yang lalu dibandingkan dengan exspedisi Cristoper Columbus yang di kliem sebagai penemu dunia baru benua Amerika ( 1492 – 1504 ) atau satu setengah abad setelah Exspedisi Ibnu Battutah ke Asia dan Afrika.







