“Di jajaran, vaksinasi sampai dilakukan pada malam hari. Ini semata-mata untuk terus meningkatkan capaian vaksin agar herd immunuty segera tercipta. Alhamdulillah membuahkan hasil,” katanya.
Namun, secara menyeluruh Winardy juga merincikan, dari total 4.028.891 masyarakat yang menjadi sasaran vaksinasi, baru 1.893.641 yang melaksanakannya. Artinya, masih ada 2.135.250 yang belum vaksin.
“Kalau dikalkulasi secara keseluruhan, capaian kita masih tergolong rendah. Oleh karena itu, kami imbau kepada masyarakat yang belum vaksin agar segera melakukannya,” imbau Winardy.
Mabes dan Polda Aceh Sebar 130 Vaksinator ke Jajaran
Untuk mendukung kegiatan vaksinasi yang dilakukan oleh jajaran, Mabes Polri dan Polda Aceh mengirimkan 130 tenaga kesehatan (Nakes) berstatus BKO untuk menjadi vaksinator ke jajaran.
Ini menunjukkan keseriusan Polda Aceh dalam menggarap serta meningkatkan target capaian vaksinasi, yang pada akhir Desember 2021 harus tembus 70 persen.
“Polda Aceh sangat serius dalam hal target capaian akhir Desember harus tembus 70 persen. Ini jadi tolak ukur herd immunity dan antisipasi Covid-19 varian baru Omicron,” sebut Winardy.
Masyarakat Diminta Waspadai Covid-19 Varian Baru Omicron
Dalam kesempatan itu, Winardy juga mengingatkan seluruh masyarakat Aceh untuk mewaspadai varian baru Omicron. Temuan kasus pertama Covid-19 varian Omicron tersebut sebagaimana diumumkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kamis (16/12).
“Bapak Menkes sudah mengumumkan tentang deteksi varian Omicron. Kita patut mewaspadai itu, karena penularannya lebih cepat dari varian Delta. Covid-19 varian Omicron ini juga tanpa gejala, masih sehat, tak ada demam, dan tidak ada batuk-batuk. Kalau tidak vaksin berpeluang menyebabkan kematian,” kata Winardy.






