Sumardi, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia PWI Cabang Kabupaten Aceh Tenggara. Foto: Dokumen (AI. Ysf)
Kutacane, Acehinspirasi.com | Kapolres Aceh Tenggara AKBP R. Doni Sumarsono.S.I.K.M.H menyikapi pemberitaan media terkait isu suap di Komisi Independen Pemilihan (KIP) adalah pemberitaan simpang-siur dan nggak jelas.
Hal tersebut diungkapkan, pada saat menanggapi orasi Aliansi Peduli Pungli Sepakat Segenap (APPSS), yang menggelar aksi protes terhadap kebijakan Komisioner KIP, didepan gedung DPRK setempat, Kamis (26/1) lalu.
Menurut aliansi yang terdiri dari mahasiswa, pemuda dan aktivis itu, kebijakan Komisioner KIP pada seleksi perekrutan PPK dan PPS, penuh diwarnai isu gratifikasi dan tengah viral di media sosial hingga menjadi trending topik ditengah-tengah masyarakat.
Walaupun tengah viral dan menjadi trending topik, namun pihak Kepolisian di wilayah hukum tersebut, belum bisa mengungkapkan dugaan-dugaan yang makin menggurita ditengah-tengah masyarakat, seakan bungkam tidak peduli dengan keresahan warga, sebut Jupri R, Ketua penanggungjawab aksi tersebut.
Sehingga tercetuslah, pernyataan yang dikatakan oleh Kapolres Agara, AKBP R. Doni Sumarsono.S.I.K.M.H menyikapi pemberitaan yang diterbitkan dari semua media simpang-siur dan nggak jelas.
Menanggapi hal tersebut, Ketua PWI Aceh Tenggara. Sumardi, Jumat (27/01/23) kepada Awak Media mengatakan, sudah menjadi tugas polisi untuk mencari kebenaran. Dengan adanya informasi yang dipublikasikan wartawan, pihak Kepolisian harus menurunkan personil baik Sat Reskrim Polres Aceh maupun Tipikor Polres Aceh Tenggara untuk menelusuri informasi itu dangan mengumpulkan Puldata dan Pulbaket.







