Scroll untuk baca artikel
Aceh

Ketua MAA Sesalkan Baju Adat Aceh Dipakai dalam Video Ucapan Hari Besar Nonmuslim

31
×

Ketua MAA Sesalkan Baju Adat Aceh Dipakai dalam Video Ucapan Hari Besar Nonmuslim

Sebarkan artikel ini
IMG 20260514 220021

Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Prof. Dr. Yusri Yusuf. Foto: Istimewa.

Banda Aceh, Acehinspirasi.com l Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Prof. Dr. Yusri Yusuf, menyesalkan penggunaan baju adat Aceh oleh pejabat negara dalam video ucapan hari besar nonmuslim. Pernyataan tersebut disampaikan kepada wartawan pada Kamis malam, 14 Mei 2026.

Menurut Yusri, penggunaan pakaian adat Aceh harus ditempatkan secara tepat serta menghormati identitas daerah yang lekat dengan nilai-nilai Islam.

“Kita menghargai siapa pun yang menggunakan pakaian adat Aceh, tetapi jangan digunakan dalam konteks ucapan hari besar nonmuslim. Aceh identik dengan Islam,” ujarnya.

Ia menegaskan masyarakat Aceh terbuka terhadap penggunaan busana adat daerah oleh siapa saja. Namun, penggunaannya diharapkan tetap memperhatikan sensitivitas budaya dan nilai lokal yang hidup di tengah masyarakat Aceh.

Sebelumnya, Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) memberikan penjelasan terkait penggunaan busana adat Aceh oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam video ucapan menyambut Bulan Maria.

Kepala Biro HKP Kemenag, Thobib Al Asyhar, menjelaskan pengambilan video dilakukan bersamaan dengan agenda kenegaraan Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026.

“Saat itu ada dua agenda rekaman, yakni ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional 2026 dan greetings Bulan Maria,” kata Thobib di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Ia menyebut Menteri Agama mengenakan pakaian adat Aceh sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Serambi Mekkah dalam agenda nasional tersebut.

Girl in a jacket