Pembangunan darurat fisik Bendung Peusangan/Bendung Pante Lhong II di Teupin Mane-Beunyot, Juli, Bireuen. Foto: Istimewa
Bireuen, Acehinspirasi.com l Pembangunan darurat fisik Bendung Peusangan/Bendung Pante Lhong II di Teupin Mane-Beunyot, Juli, Bireuen, dikebut oleh pelaksana. Targetnya pada Oktober 2026, bendungan tersebut sudah dapat mengalirkan air ke sawah-sawah petani di kabupaten tersebut.
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra Posko Wilayah Aceh, melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan darurat Bendung Pante Lhong II di Teupin Mane.
Teguh, supervisor lapangan PT Adhi Karya yang bertugas di lokasi pembangunan darurat fisik bendungan, menjelaskan, saat ini pembangunan cofferdam (tanggul sementara) sudah mencapai 100 persen. Kegiatan yang sedang dilakukan yaitu penambahan kantong pasir (geotube)untuk memperkuat cofferdam.
“Kami menambah geotube, supaya cofferdam semakin kokoh,” kata Teguh, sembari menunjukkan ke arah sejumlah pekerja yang sedang mengisi pasir basar ke dalam geotube.
Ia juga menjelaskan, sampai saat ini proses penguatan tanggul sementara telah mencapai 65 persen.
Teguh menjelaskan, bila tidak ada halangan, seluruh kegiatan pembangunan darurat fisik Bendung Pante Lhong II yang membentang antara Desa Teupin Mane-Beunyot, selesai pada September tahun ini.
Dari hasil penelusuran Satgas PRR Posko Wilayah Aceh, saat ini terdapat tiga struktur utama yang sedang dibangun di sana. Terdiri dari pembangunan cofferdam (tanggul sementara), saluran pelimpah darurat (emergency spillway), dan pemasangan pintu kantong lumpur dengan total panjang penanganan sekitar 150 meter.







