Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Taqwaddin: Damai Aceh Harga Mati, Saatnya Fokus Sejahterakan Rakyat

1
×

Taqwaddin: Damai Aceh Harga Mati, Saatnya Fokus Sejahterakan Rakyat

Sebarkan artikel ini
IMG 20260816 110239

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Aceh, Dr. Taqwaddin, yang juga merupakan Hakim Tinggi Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi. Foto: Istimewa

Banda Aceh, Acehinspirasi.com l Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Aceh, Dr. Taqwaddin, meminta seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga perdamaian Aceh yang telah terwujud selama 21 tahun.

Seruan tersebut disampaikan merespons kondisi yang sempat agak rusuh dalam acara Zikir Akbar memperingati 21 tahun Damai Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Taqwaddin menegaskan, perdamaian Aceh merupakan hasil dari perjalanan sejarah yang panjang dan penuh pengorbanan. Konflik selama puluhan tahun telah menelan ribuan korban jiwa, menumpahkan darah, serta menyebabkan masyarakat hidup dalam kondisi yang serba sulit.

Kesepahaman antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Indonesia kemudian dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia, pada 15 Agustus 2005.

“Banyaknya korban nyawa, darah yang tumpah, serta kehidupan yang melarat selama konflik puluhan tahun harus menjadi ingatan sejarah yang kelam bagi semua warga Aceh, termasuk generasi muda,” kata Taqwaddin.

Karena itu, ia menegaskan seluruh elemen masyarakat Aceh wajib menghormati dan menjaga MoU Helsinki sebagai fondasi perdamaian.

“Semua orang yang ada di Aceh wajib menghormati MoU Helsinki. Ini tidak bisa tidak. Hukumnya wajib,” tegas Taqwaddin.
Ia menekankan bahwa menjaga perdamaian bukan sekadar tanggung jawab kelompok atau pihak tertentu, melainkan kewajiban bersama seluruh masyarakat Aceh.

Girl in a jacket