Humas SAPA, Agusliza. (Foto: Istimewa)
Banda Aceh, Acehinspirasi.com l Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) mendesak Pemerintah Aceh membuka secara transparan seluruh data anggaran dan penggunaan dana untuk penanganan serta pemulihan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh sejak November 2025.
Desakan tersebut disampaikan SAPA melalui permohonan informasi publik yang diajukan kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama Pemerintah Aceh.
SAPA meminta data lengkap mengenai sumber dan jumlah anggaran, instansi yang mengelola, penggunaan dana, realisasi hingga sisa anggaran yang masih tersedia pada 2026.
Humas SAPA, Agusliza, mengatakan keterbukaan informasi sangat penting agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas berapa besar anggaran yang disediakan untuk penanganan bencana dan bagaimana dana tersebut dikelola.
“Dana penanganan bencana menyangkut kepentingan masyarakat. Karena itu, masyarakat berhak mengetahui berapa anggarannya, siapa yang mengelola dan digunakan untuk apa,” ujar Agusliza, Senin (24/8/2026).
Menurut SAPA, informasi yang diminta tidak hanya terbatas pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) maupun Belanja Tidak Terduga (BTT). Pemerintah Aceh juga diminta membuka seluruh dana yang diterima atau dikelola untuk penanganan dan pemulihan bencana.
Dana tersebut mencakup anggaran yang bersumber dari Pemerintah Pusat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kementerian/lembaga, hibah, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), bantuan masyarakat, lembaga sosial maupun sumber pendanaan lainnya.







