“Malamnya (Jum’at malam), saya mengisi pengajian dengan topik: “Urgensi Mempelajari Ilmu Syar’i”. Sedangkan besok shubuhnya (Sabtu Shubuh) saya menigisi pengajian shubuh dengan topik “Urgensi Membaca Alqur’an”, ungkap Yusran yang juga dosen pascasarjana UIN Ar-Raniry.
Dalam khutbahnya, ustaz Yusran yang juga anggota Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara menjelaskan penyebab terjadinya bencana dan musibah serta azab Allah swt dan memberikan solusi terhadap persoalan ini.
“Bencana alam dan musibah Ini merupakan peringatan dan pelajaran dari Allah swt bagi manusia, khususnya umat Islam. Karena, penyebab bencana dan musibah adalah perbuatan maksiat yang dilakukan oleh manusia selama ini seperti syirik, khurafat, tahayul, bid’ah, dan perbuatan maksiat lainnya. Banyak ayat-ayat Alqur’an yang menjelaskan hal ini, di antaranya surat Asy-Syura ayat 30, Al-Qashshash ayat 59, Al-A’raf ayat 96, Al-Isra’ ayat 16, dan lainnya. Begitu pula, banyak hadits-hadits yang menjelaskannya.”
“Perbuatan maksiat itu bisa berupa meninggalkan kewajiban agama seperti amar ma’ruf dan nahi munkar, shalat lima waktu, shalat berjama’ah bagi laki-laki, puasa Ramadhan, membaca Alquran, membayar zakat, syukur nikmat, dan lainnya, maupun melakukan perbuatan dan ucapan yang diharamkan seperti korupsi, manipulasi, kezhaliman, menfitnah, pacaran, perzinaan, mabuk-mabukan, dan sebagainya.”
“Selain itu, penyebab datangnya bencana dan musibah juga karena kemaksiatan yang dibiarkan sehingga menjadi merajalela, bahkan menjadi tradisi dalam masyarakat yang dianggap biasa seperti syirik, khurafat, tahayul, bid’ah dan lainnya. Kemaksiatan tersebut dibiarkan terjadi dan berkembang tanpa ada upaya pencegahan dan larangan oleh umat Islam khususnya para pemimpin dan ulama. Mereka hanya diam, maka Allah swt murka dan menimpakan bencana dan musibah serta azab-Nya”.







