Scroll untuk baca artikel
iklan
Aceh

Ketua MIUMI Aceh Diundang Safari Dakwah di Bireuen

391
×

Ketua MIUMI Aceh Diundang Safari Dakwah di Bireuen

Sebarkan artikel ini
IMG 20220122 WA0044

“Bencana atau azab itu datang tidak hanya menimpa para pelaku maksiat saja, namun juga menimpa orang-orang yang shalih dan tak berdosa dalam suatu negeri tersebut. Allah Swt berfirman: “Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya”. (QS. Al-Anfal: 25). Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata mengenai ayat ini: “Allah Swt menyuruh kaum mukminin untuk tidak melegalkan kemunkaran yang terjadi pada mereka. Jika tidak, Allah akan menimpakan azab secara menyeluruh kepada mereka”.

“Agar kita tidak ditimpa bencana atau azab Allah Swt, maka hanya ada satu solusinya yaitu meninggalkan maksiat dan bertakwa kepada Allah Swt serta melaksanakan kewajiban amar ma’ruf dan nahi munkar”.

“Solusi untuk menghindari bencana alam dan musibah ini adalah taubat dan kembali kepada Islam. Bangsa Indonesia wajib bertaubat secara nasional dengan meninggalkan perbuatan maksiat mulai dari para pemimpin sampai rakyat biasa. Umat Islam wajib melaksanakan syariat Islam dalam kehidupannya sehari-hari. Umat Islam wajib bertakwa kepada Allah swt dengan melaksanakan segala perintah Allah swt dan Rasul-Nya dan meninggalkan semua larangan Allah swt dan rasulnya. Umat Islam wajib melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar. Inilah solusi mengatasi masalah bencana dan musibah sebagaimana disebutkan dalam Alqur’an dan As-Sunnah”.

“Allah Swt menimpakan berbagai bencana tersebut agar kita sadar terhadap tujuan hidup kita, menegur kita agar tidak serakah dalam mengambil kekayaan alam, mengingatkan kita untuk bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, dan memberi peringatan kepada kita agar kita bertaubat dan kembali ke jalan yang lurus, serta memberikan azab sebagai balasan atas maksiat yang dilakukan.”

Girl in a jacket