Scroll untuk baca artikel
iklan
Aceh

Ketua MIUMI Aceh Diundang Safari Dakwah di Bireuen

391
×

Ketua MIUMI Aceh Diundang Safari Dakwah di Bireuen

Sebarkan artikel ini
IMG 20220122 WA0044

“Setiap muslim wajib mencegah kemunkaran sesuai dengan kemampuannya masing-masing, baik dengan tangan, lisan maupun hati, sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi saw. Seorang pemimpin wajib mencegah kemunkaran dengan kekuasaannya. Seorang ulama, intelektual, ustaz, dan da’i wajib mencegah kemunkaran lewat khutbah, ceramah, pengajian dan pengajaran. Begitu pula lewat tulisan, baik artikel dan maupun buku. Bila tidak mampu mencegah kemunkaran dengan tangan dan lisan, maka kewajiban seorang muslim mencegahnya dengan hati. Maknanya, membenci kemunkaran tersebut. Mencegah kemungkaran dengan hati adalah upaya yang paling minimal. Inilah tingkat paling rendah dari iman seseorang”, jelas ustaz Yusran dalam khutbahnya.

Sementara Ketua PD Muhammaiyah Bireuen Ustaz dr. Athaillah, Sp.OG menjelaskan agenda lain ustaz yusran selama di Bireuen di samping khutnah Jumat adalah menjadi penceramah pada pengajian malam dan Shubuh di masjid Taqwa. Muhammadiyah Bireuen.

“Selain menjadu khatib Jum’at,, ustaz Yusran juga menjadi penceramah pada pengajian rutin malam Sabtu PD Muhammadiyah Bireuen yang diadakan ba’da Magrib sampai Isya di masjid Taqwa Muhammadiyah Bireuen dengan topik “Urgensi Menuntut Ilmu Syar’i”. Dan besoknya (Sabtu Shubuh), ustaz Yusran mengisi pengajian Shubuh di masjid yang sama dengan topik “Urgensi Membaca Al-Qur’an” selama lebih kurang 1 jam.”

Menurut ustaz Athaillah yang juga alumni Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta pada tahun 80 an dan alumni kedokteran UGM tahun 90 an, jama’ah yang menghadiri shalat Jum’at sangat ramai dan memenuhi masjid. Begitu pula jama’ah pengajian ramai dan antusias mengikutinya.

Girl in a jacket