Pada kesempatan tersebut, Kasi Pemuda, Olahraga dan prestasi Disparpora Aceh, Mukhsalmina, S.Pd, berharap pertandingan ini bisa menjadi ajang penjaringan pemain-pemain berprestasi yang akan memperkuat tim sepak bola Aceh pada PON 2024, juga dalam seleksi pemain pada PORA 2022.
“Ada tim khusus dari Disparpora Aceh yang nantinya menilai para pemain yang ikut dalam turnamen ini,” ujarnya.
Mukhsalmina juga menegaskan, untuk PON, tidak ada pemain luar Aceh semua akan diperkuat oleh pemain-pemain daerah, dan ini sudah menjadi tekad dan keputusan, ucapnya.
Sementara Wakil Bupati Pidie mengatakan, ajang ini agar menjadi momen para pemuda dalam mengukir prestasi, apalagi even ini terselenggara oleh para pemuda pembaharuan yang tergabung dalam AMPI.
Wabup juga mengatakan, di lapangan bola kita juga bisa jadikan tempat belajar demokrasi, karena lapangan bola mengajarkan kita bagaimana untuk berlaku sportif
Sebelumnya, dalam laporan panitia, Khalid menyampaikan ada 16 klub dari Pidie dan Pijay yang ikut serta. Pertandingan berlangsung dari tanggal 14 sampai 30 Maret 2022, dengan total hadiah senilai Rp50 juta.
Seluruh biaya terselenggaranya pertandingan dan hadiah berasal dari dana Pokir anggota DPRA Fraksi Golkar, Hj. Nurlelawati, S.Ag (Bunda Salman), lapor Khalid yang juga Ketua DPD AMPI Aceh.
Pada hari pertama, kata Khalid, pertandingan diawali oleh tim tuan rumah, PSP Padang Tiji Vs WP Keumala.
Tampak hadir pada acara pembukaan, Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail, S.Pd.I, M.A.P., unsur Forkopincam Padang Tiji, para tokoh masyarakat Pidie dan Pijay, Drs H. Salman Ishak, M.Si, Mulyadi Yakop, Tgk Ramli Puteh, serta Ketua PSAP, H. Harmius, S.E.(AsNw)







