Terpenting, kata dia, dalam pengembangan pariwisata ekonomi kretaif semua pihak diharapkan pada tantangan untuk meningkatkan kualitas produk agar memberikan experience yang berdaya saing.
Hal ini bertujuan untuk menjaring wisatawan yang lebih berkualitas, yaitu wisatawan yang dengan lama tinggal yang panjang, pengeluaran besar dan peduli terhadap kelangsungan lingkungan.
“Untuk itu diharapkan event ini bisa menarik wisatawan mancanegara agar bisa berkunjung ke Aceh,” ujarnya.
Kebangkitan Industri Pariwisata Aceh
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin, mengatakan, Aceh Ramadhan Festival 2022 dengan tema “Wonderful Ramadhan in Aceh” ini dibuat sebagai wadah untuk bisa membangkitkan gairah industri pariwisata.
“Aceh Festival Ramadhan Tahun 2022 sebagai momentum kebangkitan industri pariwisata di Aceh, dan sebagai media pemulihan ekonomi masyarakat,” kata Jamaluddin, selaku ketua panitia pelaksana kegiatan ini.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan serupa sebelumnya sempat terhenti pada tahun 2020 akibat pandemi Covid-19. Sehingga di tahun ini kembali dilaksanakan dengan mengusung konsep community based tourism (CBT) yang dilandasi dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
“Kita harapkan kegiatan Festival Ramadhan tahun ini akan memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal dan lingkungan masyarakat,” harapnya.
Event Aceh Ramadhan Festival ini juga tidak hanya terpusat di Taman Seni dan Budaya saja. Melainkan, lanjut Kadisbudpar, juga diselenggarakan di dua tempat terpisah, yaitu di Masjid Al Huda, Gampong Laksana, Banda Aceh dan Desa Wisata Gampong Nusa, Aceh Besar, sebagai lokasi pesantren kilat.








