Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

“Hakekat ‘IDUL FITRI”

26
×

“Hakekat ‘IDUL FITRI”

Sebarkan artikel ini
IMG 20220502 185027

Namum tahun ini pemerintah telah melonggarkan Mudik Lebaran artinya tidak ada penyekatan bahkan pihak berwenang siap mengkawal lebih kurang 85 juta penduduk Indonesia yang akan melakukan mudik keseluruh penjuru nusantara. Namun para pemudik tetap dihimbau untuk selalu menjaga protkes dan melakukan vaksinasi sehingga imun rubuh tetap terjaga selama berkumpul dengan keluarga.

Perayaan Idul Fitri di Indonesia memiliki kebiasaan yang menjadi rutinitas. Salah satunya ditandai dengan aktivitas mudik atau pulang ke kampung halaman untuk berkumpul sekaligus bersilaturahmi dengan sanak keluarga. Selain itu, tradisi ini juga digambarkan dengan kebiasaan memakai sesuatu yang baru.

Kenapa Hari Raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha selalu dikaitkan dengan baju baru, kendaraan baru, rumah baru, itu memang benar adanya, karena tradisi yang kita jumpai di masyarakat memang umumnya memakai baju baru saat hari raya atau dengan hal-hal yang baru.

Akan tetapi hakikat hari raya dalam Islam bukanlah bagi mereka yang memakai baju baru, atau lainnya, melainkan bagi mereka yang ketaatan dan ketakwaannya meningkat setelah menjalani ibadah berupa puasa di bulan Ramadhan.

Juga bukan bagi mereka yang memiliki motor atau mobil merek terbaru saat hari raya, melainkan hakikat Idul Fitri itu adalah bagi mereka yang dosa-dosanya telah diampuni karena senantiasa memperbanyak ibadah selama bulan suci ramdahan.

Selain itu Idul Fitri merupakan hari kemenangan sekaligus hari di mana sanak saudara berkumpul juga momen saling memaafkan. Mensucikan diri kembali dengan mengampuni segala kesalahan orang lain, atau memohon maaf atas segala perbuatan yang bisa mencederai nilai silaturrahmi serta menyantuni fakir miskin dsn anak yatim.
.
Maka ada kekeliruan bila Idul Fitri menjadi tradisi serba baru dalam memenuhi keinginan duniawi. Pola pikir pemenuhan barang serba baru harus diubah dan menjadi momentum mengembalikan nurani kita sebagai manusia. “Manusia adalah hamba Allah yang punya kesalahan. Mendapatkan kembali nilai-nilai Ramadan harus menjadi evaluasi ke depan,”

Girl in a jacket