Hakikat Idul Fitri yang kembali ke fitrah harus dimulai dengan kerendahan hati sebagai manusia. Meningkatkan kepedulian sesama juga harus diterapkan karena peran manusia sebagai pemimpin di bumi.
Indonesia yang memiliki pluralisme harus menjadi perhatian. Sikap saling menghargai harus dikedepankan umat muslim di Indonesia untuk mencegah konflik yang berimbas perpecahan persatuan dan kesatuan dalam berangsa dan bernegara terlebih ditengah-tengah suasana dunia yang sedang melanda wabah covid 19 seperti sekarang ini.
Namun dengan datangnya “Idul Fitri diharapkan jadi momentum mempersatukan umat dari persoalan yang terjadi sebelumnya,” apapun itu persoalannya. Sebulan penuh menjalankan ibadah puasa merupakan ujian penting bagi setiap muslim. Karena sesungguhnya muslim itu adalah bersaudara.
Hal ini sesua dengan Firman Allah dalam surah Al-Hujurat ayat 10:
Artinya: “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”
Kerukunan umat Islam harus berdasarkan semangat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim). Kesatuan dan persatuan umat muslim diikat oleh kesamaan akidah (keimanan), akhlak dan sikap beragamanya atas dasar Al-Quran dan Al-Hadits.
Adanya perbedaan pendapat di antara umat Islam adalah rahmat, asalkan perbedaan pendapat itu tidak membawa kepada perpecahan dan permusuhan.
Oleh karena itu penting mengendalikan dan menempa diri dari godaan hawa nafsu bukan hal yang ringan. Ramadan menjadi latihan evaluasi agar ke depan menjadi pribadi yang baik dan bisa mengendalikan diri.







