Dalam acara yang meriah dan penuh keakraban tersebut, juga turut menyampaikan kesan-kesannya antara lain oleh Drg Amanullah, Prof Zaki Mubarak, Prof Maimun, Dr M Jafar, dan Assc Prof TM Jamil.
Banyak kesan-kesan lucu yang disampaikan oleh para Alumni senior di atas. Misalnya kesan Drg Amanullah, yang sejak tahun 1967 – 1977 menjadi mahasiswa di Universitas Airlangga mengalami korban sistem gugur dalam perkuliahan.
Lain lagi dengan pengalaman Prof Maimun yang meminta supaya sayurnya jangan pedas. Tetapi yang diberikan justru sayur pedas. Rupanya makna “jangan” sama dengan sayur. Jadi jangan pedas artinya sayur pedas. Yang disambut gelak tawa para hadirin, karena hampir semua mahasiswa asal Aceh mengalami hal seperti itu.
Sementara Assoc Prof. Dr TM Jamil menyampaikan uraian pentingnya para alumni memperkuat tali silaturahmi dan komunikasi untuk membangun Aceh. “Karena Aceh masih tertinggal dibidang kemiskinan, Kesehatan, dan Pendidikan, maka ini adalah tanggungjawab kita untuk ikut menanggulanginya. Apalagi mungkin sekitar 70% Alumni UA adalah lulusan Fakultas Kedokteran yang berkiprah di seluruh Aceh, maka persoalan Kesehatan Aceh seperti masih tingginya angka stunting anak harus menjadi perhatian kita untuk mengeliminasinya”. Ujar Ketua Prodi S3 Ilmu Sosial di USK.
Mengakhiri acara Halal Bilhalah (HBH) ini, Ketua IKA UA Aceh menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras Panitia (dr. Alfian, Sp.An dan kawan-kawan) yang melengkapi acara ini dengan makanan khas Jawa Timuran. “Mari kita bercengkrama sambal bernostalgia menyantap makanan khas Jawa Timuran, yaitu : nasi rawon, pecal madiun, dan kerupuk asmara”, ajak Dr Taqwaddin, yang juga Hakim Tinggi Ad Hoc Tipikor.[]








