Kopi merupakan hasil potensi terbesar masyarakat Sp Uning Niken dan biasanya masyarakat tidak mengolah kulit kopi melainkan dibuang begitu saja, hanya bijinya saja yang diambil untuk dijual.
Mahasiswa KKN USK memberikan inovasi baru mengenai pengolahan limbah kulit kopi dengan cara diolah menjadi pupuk organik.
Pelatihan ini berlangsung sekitar 3 jam. pelatihan pembuatan pupuk organik dari bahan limbah kulit kopi ini diawali dengan memetik kopi dikebun oleh mahasiswa beserta masyarakat.
Selanjutnya penggilingan untuk memisahkan antara biji dan kulit kopi, kemudian pengenalan bahan-bahan yang digunakan serta memaparkan fungsi masing-masing bahan, selanjutnya cara pembuatan yang langsung dipraktekkan oleh mahasiswa serta petani-petani desa.
Pelatihan pembuatan pestisida dari daun pepaya diawali dengan mengambil daun pepaya segar lalu cacahkan sampai kecil-kecil kemudian di rendamkan didalam air selama 8 jam, setelah itu disaring dan ambil inti dari air nya, setelah itu lakukan peracikan yang pertama perbandingan 100ml dari inti sari daun pepaya dengan 1 liter air biasa untuk diencerkan dan aplikasikan dengan semprot ke daun tanaman hias di waktu pagi atau sore dengan melapkan daun nya agar lebih efektif serta apabila hama/penyakit di tanaman hias tersebut masih ada maka dilakukan penambahan 2 kali jumlah inti sari pepaya tersebut dengan 1 liter hingga akhirnya dapat menangkal hama/penyakit tersebut.
Peserta sangat antusias dan penasaran dengan proses pembuatan pupuk tersebut Sehingga pembuatan pupuk organik dan pestisida ini berjalan dengan cepat dan terasa mudah. (*)








