Senada itu, Ketua STIK Aceh, Dr. Cut Maula Hanum, S.Hut. MP., mengatakan hingga tahun ini, sudah 1.026 lebih alumni dari STI Kehutanan yang telah di wisuda, mulai dari Angkatan pertama tahun 1986 hingga 2019 ini. Para alumni menyebar di seluruh Aceh, bahkan dari alumni tersebut ada yang tersebar di pelbagai profesi untuk pengabdian kepada masyarakat dan bidang kehutanan. Dan tak kalah pentingnya ada diantara para alumni yang menduduki tampuk pimpinan tertinggi sebagai pengambil kebijakan di SKPA dan SKPK.
Tak hanya itu, keberadaan RASTIK Aceh telah memberikan dukungan yang signifikan kepada penguatan STIK Pante Kulu, sebagaimana yang diamatkan oleh Mubes tahun 2019. Beberapa dukungan diberikan kepada Kepengurusan STIK, dari sisi pendanaan untuk kelancaran operasional pengajaran di kampus dan mendukung program BEASISWA Alumni untuk mahasiswa. Dukungan pendanaan juga telah diberikan kepada Badan Pengelola Hutan Pendidikan (BPHP) STIK dalam kegiatan review batas untuk memperjelas dan mempertegas aset STIK dalam pengelolaan selanjutnya.
Melalui pengurus dan alumni, juga secara intensif terlibat aktif memberikan sumbang fikiran untuk kemajuan dan pengembangan STIK. Selain itu, Pengurus RASTIK dan alumni juga berkomitmen untuk hadir dan memberikan dukungan dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh STIK, termasuk rangkaian kegiatan akreditasi dan penyusunan Rencana Strategis STIK.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, yang diwakili Kabid KSDA, M Daud, menyebutkan 3,5 juta hektare dan tutupannya 3 juta hektare. Jadi Aceh ini merupakan benteng untuk kelestarian hutan di Pulau Sumatera.







