Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Rimbawan Alumni STIK Gelar RPK ke – VII dan Mubes

234
×

Rimbawan Alumni STIK Gelar RPK ke – VII dan Mubes

Sebarkan artikel ini
IMG 20220910 WA0028 1

Persoalan kehilangan hutan berdampak serius pada kehidupan karena mengganggu keseimbangan. Tidak hanya kehilangan sejumlah flora dan fauna termasuk yang langka, tapi juga mengganggu struktur dan fungsi hutan, kata Norma Manalu, S.Hut. M.Si., saat laporan Ketua Panitia RPK ke VII, Sabtu (10/9/2022) di halaman kampus STIK.

Dalam kondisi seperti ini, maka bencana alam terutama banjir, banjir bandang, dan longsor, menjadi risiko terbesar yang akan dihadapi. Belum lagi munculnya konflik satwa yang tidak terelakkan karena habitat-nya yang terganggu. Masyarakat akan mengalami kerugian tidak hanya kehilangan dan kerusakan harta benda, tapi juga kehilangan nyawa.

Ia menyebutkan Pemerintah telah melakukan upaya untuk mengatasi persoalan ini baik yang strategis ataupun taktis. Berbagai kebijakan yang ditujukan untuk melindungi hutan dan lingkungan telah dikeluarkan. Berbagai program dengan dukungan pendanaan yang relatif tinggi, juga dilakukan secara masif. Namun permasalahan yang muncul tetap tidak terbendung, karena para oknum yang mendapatkan keuntungan semakin banyak.

Gerakan masyarakat sipil juga telah melakukan langkah advokasi dan pengorganisasian melalui peningkatan kesadaran kritis masyarakat atas apa yang sedang terjadi dan dialami. Dan Rimbawan Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan Yayasan Tengku Chik Pante Kulu Banda Aceh atau disingkat dengan RASTIK Aceh, merupakan salah satu organisasi masyarakat sipil di Aceh, berdiri sejak tahun 1993. Organisasi ini menjadi wadah bagi para rimbawan/rimbawati yang se-visi untuk mendorong terwujudnya sistem pengelolaan hutan dan lingkungan.

Girl in a jacket