Kerja ini menurut Safar sekaligus memperkuat implementasi Syariat Islam, kolaborasi yang seperti inilah yang dibutuhkan Aceh saat ini bukan kolaborasi saling menjatuhkan dan menjegal.
Safar berharap DPRA duduk bersama dengan Dinas Pendidikan untuk berkolaborasi bagaimana pendidikan Aceh dengan dukungan anggaran yang baik juga menjadi yang terbaik di Pulau Sumatera paling tidak.
“Kami mengikuti juga advokasi penguatan syariat Islam dalam kurikulum SMA dan SMK sederajat, yang dilakukan oleh Dinas dengan Dinas Syariat Islam dan Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD), kurikulum ini sudah lama direncanakan tapi masih terkendala dengan berbagai persoalan, terobosan Dinas dengan berkolaborasi bersama Dinas Syariat Islam dan ISAD menjadi harapan agar lahir kurikulum Istimewa terpadu berbasis Syariat Islam, tentu semua ini akan terealisasi dengan lebih cepat jika kolaborasi DPRA dengan Pemerintah Aceh dalam fokus peningkatan pendidikan di Aceh, dengan harapan bisa menjadi yang terbaik di pulau Sumatera, semoga,” harap Safar.[]







