Kedua utang belanja Earmark tahun 2021 sebesar Rp40,191 miliar telah terealisasi sebesar Rp28,4 miliar sehingga masih tersisa Rp11,78 miliar dari total seluruh kewajiban yang harus diselesaikan Rp158,7 miliar, per 30 Juni terealisasi Rp135,5 miliar. Artinya masih tersisa Rp23,2 miliar.
Selanjutnya, beban yang semakin berat itu belum termasuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang belum dibayarkan Januari sampai Juni 2022.
Bukan hanya itu saja, sebutnya alokasi dana Gampong (ADG) yang mencakup gaji aparatur dan operasional kantor desa/Gampong juga belum terselesaikan.
Maka, karena menyangkut hidup orang banyak, untuk kelancaran roda pemerintahan dan mendongkrak perekonomian gampong yang merupakan ujung tombak pembangunan kota oleh karena ia mengambil langkah langkah strategis dengan mengintruksikan Sekda dan Kepala dinas terkait untuk menyelesaikan masalah tersebut.
“Alhamdulillah selama saya menjabat, TPP sudah mampu kita bayarkan. Tiga bulan berturut turut pada Juli, Agustus hingga September dengan nominal perbulan Rp8 miliar dengan total seluruhnya, mencapai 24 miliar,” katanya.
“Saya selaku biokrat atau ASN yang pernah berputar di daerah dan berkiprah di nasional, bisa memahami betul perasaan dari empat ratus ribu seratus dari ASN yang ada di kota Banda Aceh.
Ia menyebut sangat tersentuh dan terkejut karena didaerah lain 6 bulan saja tidak dibayarkan TPK sudah bergejolak. Namun ASN di kota Banda Aceh mampu menahannya.
“Saya berterimakasih sekali lagi kepada ASN Pemko Banda Aceh. Mudah mudahan kita terus memperhatikan karena ini merupakan amanat UU di RKU dan RKA mengutamakan aparatur baru kemudian untuk kebutuhan yang lainnya,” tuturnya.







