Kemudian termasuk PAD kita blank, baru tahap pertama Januari-Mei 2022, namun juga bisa kita cairkan dengan total anggaran sebesar Rp 22,9 miliar atau setara dengan 40 persen dari total ADG tahun 2022.
Sementara ia juga menyebut pada ADG tahap kedua dari Juni sampai Agustus, sekitar Rp13 miliar kita sanggup membayarnya pada awal September, lalu.
Terkait dengan potensi defisit anggaran, hal itu terjadi apabila seluruh program dan kegiatan pembangunan sebagaimana termaktub APBK murni tahun 2022 tetap dilaksanakan.
Menyikapi hal tersebut, kita sudah mengintruksikan pencermatan anggaran untuk diakomodir dalam APBK-P tahun 2022, dengan catatan tidak boleh mencoret yang ada hubungannya dengan mesjid dan Alquran.
“Saya sangat konsen selaku generasi Aceh, bahkan saya sangat sedih jikalau Alquran dan mesjid tidak dipedulikan.
“Jadi tolong disampaikan ke masyarakat, bahwa tidak ada sama sekali berniat meninggalkan program pengadaan alquran dan masjid, bahkan harus ditambahkan. termasuk dalam pengabdiannya,” ungkapnya.(P21)







