Scroll untuk baca artikel
iklan
Aceh

15 Tahun Pengabdian Sebagai Satpam, Bak Mendulang Air Dalam Tempayan

269
×

15 Tahun Pengabdian Sebagai Satpam, Bak Mendulang Air Dalam Tempayan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Satpam

“Saat itu, Kadisnya pak Iwan Kesuma, saya masih ingat benar,” katanya.

Bukan abal abal, 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu pun di peroleh, menempati urutan ke-5 besar diraih dari 23 tim yang mengikuti pertandingan yang dilalui hingga nama ibu kota Provinsi Aceh, dari instansi DK3 itupun menjadi catatan besar dalam sebuah sejarah olahraga bela diri yang pernah diraihnya, dalam kejuaraan tingkat nasional di Makasar, Sumatera Selatan tahun 2011 hingga tingkat Asia di Malaysia.

Kini, prestasi tersebut hanya tinggal sebuah kenangan, 15 tahun pengabdiannya ‘Bak mendulang air dalam tempayan’.

Sebuah penghargaan yang kala itu melingkar terkalung di leher para anak didiknya dari kalangan pegawai DKP itupun tak pernah diharapkannya lebih, meski hasil dari kerja kerasnya melatih para anak didik pegawai DK3 kala itu, memperoleh hasil yang memuaskan.

“Saat itu saya hanya berpikir terhadap sesuatu apa yang bisa saya lakukan untuk membesarkan dan mengharumkan nama daerah khususnya dinas dimana tempat saya bernaung hingga menutup sebuah kehidupan yang dianggap meraih sebuah hakiki yang mulia.

Ternyata harapan itu sia sia oleh karena segelintir tangan tangan oknum pejabat yang tidak bertanggung jawab dibalut dengan ambisi kewenangan hingga menggunakan politik kekuasaan terhadap bawahannya.

“Bukannya membina tetapi mencari kelemahan dan kesalahan bawahannya,” ucapnya.

“Saya pikir ini hanya sebuah catatan kecil oknum pejabat yang memperoleh kewenangan, oleh karena didapat bukan dari karir dan prestasi tapi diduga hasil dari nego-nego sehingga terhadap bawahan pun menggunakan politik, bukannya melakukan pembinaan tetapi melemahkan.

Girl in a jacket