Menurutnya, dengan banyaknya bermuncul media di Aceh khususnya dapat memberikan warna baru dalam dunia informasi.
Jikapun ada pemberitaan pemberitaan yang dipublikasi belum berimbang atau cover both side atau sepihak masih bisa di konfirmasi ulang.
“Media jangan pernah malu ketika diminta untuk memberikan hak jawab karena hal tersebut harus dilakukan jika terjadi kesalahan dalam pemberitaan,” ujarnya.
Ia mencontohkan, jika dari pihak Astra terjadi persoalan dan meski demikian harus dikonfirmasi sehingga berita yang diterbitkan berimbang. Oleh karenanya kita akan terus melakukan pembinaan terhadap wartawan.
Terakhir Wawan mewakili Astra Agro Lestari, Ia juga mengucapkan selamat bagi wartawan yang mengikuti kegiatan Porwanas di Malang.
“Semoga Tim Atlit Porwanas dari Aceh bisa menang di Porwanas Malang. ‘Dan sukses selalu,” ucap Wawan.
Kekerasan Terhadap Wartawan Masih Kerap Terjadi
Selanjutnya, dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Koran Rakyat Aceh, Imran Joni, sempat menyinggung atas keprihatinannya terkait kekerasan yang dirasakan wartawan di Aceh.
Seperti yang dialami wartawannya di daerah, dimana diancam bunuh karena pemberitaan terkait pembangunan pasar.
Selanjutnya Ia juga mengatakan terkait ancaman terhadap media lain kerap terus terjadi, seperti dialami wartawan serambi Indonesia, di Aceh Tenggara, hingga dibakarnya rumah wartawan.
“Nah ini menjadi sebuah catatan bagi wartawan dalam menjalankan tugasnya. Meski disatu sisi telah dilakukan MoU kepada Polri. Namun sangat kita sayangkan masih juga terjadi pelanggaran pelanggaran,” pungkasnya.(P21)







