“Optimis, Aceh juara umum lagi tahun ini, insyaallah,” ucapnya.
Persiapan gelaran Malam Puncak API Award 2022 hampir rampung. Tidak hanya menyajikan rangkaian atraksi budaya yang menarik, peserta API Award dari 54 kabupaten kota di Indonesia, perhelatan ini juga akan dimanjakan dalam beberlanja oleh-oleh atau suvenir khas Aceh.
Melalui virtual exhibition dengan tema Pesona Tanoh Aceh, Disbudpar Aceh telah mengumpulkan beberapa produk ekonomi kreatif (Ekraf) menarik untuk dijadikan oleh-oleh pada pameran virtual yang juga digelar offline di lokasi acara.
“Jasa oleh-oleh online ini sebuah added value yang harus dikembangkan dalam pariwisata Aceh,” kata Kadisbudpar Aceh.
Setidaknya ada 7 booth pameran kuliner yang akan menjadi showcase puluhan variasi menu khas Aceh di area khanduri. Booth-booth tersebut akan diisi oleh asosiasi dan UMKM kuliner antara lain, Mie Bardi, Station Coffee Premium, RM. Paga Ayee, Persatuan Pengusaha Jasa Boga Indonesia, Sate Matang Yakin Rasa, Ikatan Ahli Boga, dan Rujak Bang Karuh (brand Surya Master Chef Indonesia dari Aceh).
Peserta pameran adalah pelaku UMKM Ekraf dan Kuliner di Aceh. Pameran ini ternyata juga menarik minat beberapa kabupaten/kota lain untuk ikut berpartisipasi, di antaranya ada dari Klaten, Jawa Tengah, Kota Ambon, Provinsi Maluku dan Kabupaten Phak-Phak Barat dari Sumatera Utara. Para peserta pameran akan menampilkan berbagai produk Ekraf unggulan dari berbagai kategori yaitu kuliner, wastra, kriya, dan lainnya.
Dalam acara itu juga akan dimeriahkan oleh Keubitbit atau peraih Anugerah Musik Indonesia (AMI), yang sengaja pulang kampung untuk meriahkan API Award.







