Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Ngopi Kebangsaan IKAL Lemhannas Aceh: Sangat Siap Hadapi Transisi Energi

123
×

Ngopi Kebangsaan IKAL Lemhannas Aceh: Sangat Siap Hadapi Transisi Energi

Sebarkan artikel ini
IMG 20221224 WA0018

“Saya rasa, masyarakat Aceh sangat siap menghadapi transisi energi ini,” ujar Alumni Lemhannas PPSA ini.

Lebih lanjut, GM PLN Aceh, Parulian Novriandi, dari akademisi USK Khairil, mengusulkan untuk dibuat Dewan Energi Aceh, sebagai bentuk kesiapan Aceh menghadapi transisi energi ini.

“Saat ini, minat masyarakat Aceh menggunakan kenderaan listrik sangat tinggi. Untuk menyahuti transisi energi ini, PLN Aceh telah menyediakan SPK LU di Banda Aceh. Seterusnya akan ada satu lagi di wilayah Lhokseumawe,” ujar GM PLN Aceh.

Kepala Dinas ESDM Aceh Ir Mahdinur MM, menjelaskan saat ini potensi energi di Aceh, terutama energi terbarukan, sangat besar.

“Tenaga air saja, potensinya mencapai 5,147 MW, yang berada di 70 lokasi di Aceh. Begitu pula tenaga panas bumi potensinya lebih dari 1.143 MW, terdapat lebih dari 22 lapangan. Belum lagi tenaga surya yang potensinya mencapai 7.881 MW. Belum lagi tenaga angin dan bioenergi yang melimpah di Aceh, bisa lebih besar lagi. Sedangkan pemanfaatannya, masih sangat kecil, atau malah, seperti energi angin, panas bumi, dan bio energi, belum terjamah sama sekali.

Dikatakannya, dari 5,147 MW potensi listrik tenaga air di Aceh, baru digunakan sebesar 33,MW di 30 lokasi dari 70 lokasi yang ada. Untuk tenaga panas bumi baru diekpolore 65 MW di 2 lokasi di Aceh. Tenaga surya baru digunakan sebesar 0,94 MW di 26 lokasi dan telah mendapat rekomendasi Gubernur Aceh sebesar 127 MW di 2 lokasi, sedangkan Bioenergi baru dieplore 137 unit di 11 lokasi.

Menurutnya, dari paparan di atas jelas terlihat bahwa sumber daya energi terbarukan sangat besar dan potensial di Aceh. Sedangkan pemanfaatannya, masih kecil dan malah belum tersentuh sama sekali. Sementara disisi lainnya sejumlah pengusaha lokal, nasional dan internasional, telah menjajaki peluang bisnis masa depan ini, dan malah ada pengusaha yang telah menandatangani kontrak eskplorasi di Aceh.

Girl in a jacket