“Kedepan persaingan sangat berat untuk dihadapi, jikalau generasi kita tidak siap, dan tentu dengan sendirinya akan tersingkir,” sebut Dandim.
Namun, sebutnya mudah-mudahan dengan adanya pelatihan tersebut para ibu dapat mengkampayekan tentang stunting, meskipun stunting bukanlah penyakit menular.
Selanjutnya, dalam kesempatan yang sama Pengulu Kampung Singah Mule, Samsul Bahri, mengatakan bahwa anggaran yang digunakan untuk kegiatan tersebut bersumber dari Anggaran Perubahan Dana Desa tahun 2022, dengan jumlah peserta terdiri dari 370 kepala keluarga dari empat dusun di kampung Singah Mulo.
Menurutnya, kegiatan pelatihan tersebut sangat perlu dilakukan mengingat penanganan penurunan stunting bagi balita.
“Dan saya ucapkan terimakasih kepada Dandim 0113, mewakili TNI sebagai bapak asuh bagi penderita stunting,” ucapnya.
Lebih lanjut, mewakili Camat Putri Betung, Sekretaris Camat, atas nama pemerintahan kecamatan Putri Betung, mengucapkan terima kasih kepada warga Kampung Singah Mulo, yang telah menyelenggarakan pelatihan penanganan Stunting untuk para ibu maupun kader desa yang akan di jadikan sebagai tombak utama penurunan angka stunting di kampung Singah Mulo.
“Semoga dengan adanya pelatihan penanganan stunting ini dapat menghentikan bayi balita yang tergolong katagori stunting,” terangnya.
Terakhir, bagi para ibu yang mengikuti pelatihan tersebut diberikan makanan tambahan, berupa susu SGM untuk penambahan gizi balitanya. (Daud)







