Scroll untuk baca artikel
iklan
Nasional

Pupuk Subsidi Langka, Ini Yang Dilakukan Ombudsman

231
×

Pupuk Subsidi Langka, Ini Yang Dilakukan Ombudsman

Sebarkan artikel ini

Tidak jauh beda dengan kondisi di Pidie Jaya dan Nagan Raya, kelangkaan pupuk juga dirasakan oleh petani di Aceh Besar.

“Kami selaku pedagang kios pengecer pupuk subsidi sangat kesulitan membagikan pupuk kepada masyarakat, ini membuat kami dalam kondisi serba salah” papar Helmi, pemilik UD. Intan Tani di Indrapuri Kabupaten Aceh Besar saat menjelaskan ke Tim Ombudsman.

“Pupuk subsidi sangat kurang, tidak sesuai dengan kebutuhan dalam data di e-RDKK. Sehingga ada petani yang tidak dapat pupuk” tambah Helmi.

Sementara Syahruddin, Kapala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Besar saat dikonfirmasi oleh Tim Ombudsman juga menerangkan bahwa pupuk subsidi sangat kurang di Aceh Besar.

Berdasarkan data, luas sawah Aceh Besar mencapai sekitar 29.000 hektar. Kebutuhan pupuk urea mencapai sekitar 18.000 ton, namun yang terealisasi hanya 2.640 ton saja.

“Quota sangat kurang saat ini yang diberikan, kita sudah meminta penambahan dan dikabulkan sekitar 500 ton” papar Syahruddin.

Menanggapi permasalahan tersebut, Kepala Ombudsman Aceh akan melakukan rapat koordinasi lintas stakholder untuk membahas kelangkaan pupuk ini. Sehingga ada solusi untuk kemaslahatan para petani.

“Kami akan melakukan rapat koordinasi dengan para pihak terkait dalam waktu dekat. Kami akan cari solusi bersama nantinya. Kami juga sudah mempersiapkan beberapa tawaran solusi berdasarkan hasil investigasi dan regulasi” kata Taqwaddin.

Dalam rapat kordinasi nantinya, Ombudsman RI Aceh akan mengundang Dinas Pertanian Aceh, DPRA, PT. PIM, DPR RI, DPD RI dan pihak terkait lainnya untuk duduk bersama membahas solusi untuk pupuk subsidi bagi semua petani kecil di Aceh.

Girl in a jacket