Pada bulan Januari, sisa perkara dari bulan Desember tahun 2022 sebanyak 54 perkara, ditambah perkara yang dilimpahkan dari Pengadilan Negeri sejumlah 42 perkara dan telah putus sebanyak 53 perkara, sehingga sisa akhir berjumlah 43 perkara.
Pada bulan Februari, sisa awal dari bulan Januari sebanyak 43 perkara, ditambah perkara yang dilimpahkan dari Pengadilan Negeri sejumlah 43 perkara dan telah putus sebanyak 46 perkara, sehingga sisa akhir berjumlah 40 perkara.
Pada bulan Maret, sisa awal dari bulan Februari sebanyak 40 perkara, ditambah perkara yang dilimpahkan dari Pengadilan Negeri sejumlah 39 perkara dan telah putus sebanyak 47 perkara, sehingga sisa akhir berjumlah 32 perkara.
Secara keseluruhan, terdapat 124 Perkara Pidana yang masuk dan 146 perkara yang putus selama Triwulan I tahun 2023.
Sementara untuk perkara pidana Anak berjumlah nihil, dikarenakan Pengadilan Tinggi Banda Aceh belum menerima permohonan banding perkara pidana Anak sama sekali selama berjalannya tahun 2023 ini.
Terakhir pada Kepaniteraan Tindak Pidana Korupsi, kinerja selama tiga bulan terakhir menunjukkan keadaan berupa:
Pada bulan Januari, tidak terdapat sisa perkara dari bulan Desember tahun 2022, sedangkan perkara yang dilimpahkan dari Pengadilan Negeri sejumlah 7 perkara dan telah putus sebanyak 3 perkara, sehingga sisa akhir berjumlah 4 perkara.
Pada bulan Februari, sisa awal dari bulan Januari sebanyak 4 perkara, ditambah perkara yang dilimpahkan dari Pengadilan Negeri sejumlah 10 perkara dan telah putus sebanyak 3 perkara, sehingga sisa akhir berjumlah 11 perkara.








