Ketua SAPA, Fauzan Adami. Foto/Dok. Acehinspirasi
Banda Aceh, Acehinspirasi.com l Pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menyebut bahwa banjir besar di Sumatera “hanya mencekam di media sosial” memicu gelombang kecaman luas dari berbagai pihak, termasuk dari Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA).
Pernyataan tersebut dinilai sangat tidak empatik, tidak berbasis fakta lapangan, dan melukai hati masyarakat yang kini sedang berjuang menghadapi bencana besar di berbagai wilayah Sumatera, termasuk Aceh.
Ketua SAPA, Fauzan Adami, menegaskan bahwa bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sama sekali bukan isu yang dilebih-lebihkan oleh warganet, melainkan kenyataan pahit yang sedang berlangsung.
“Pernyataan seperti itu menunjukkan ketidakpedulian. Aceh dan Sumatera hari ini sedang berduka. Banyak daerah terendam, ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal, dan akses bantuan terhambat. Ini bukan mencekam di media sosial, ini mencekam di dunia nyata, tepat di depan mata kami,” kata Fauzan. Rabu 3 Desember 2025.
Menurut SAPA, banjir dan longsor mengakibatkan kerusakan luas di Aceh, antara lain:
Ribuan warga mengungsi, ratusan rumah rusak berat, hanyut, atau tidak layak huni.
Infrastruktur vital rusak, termasuk jalan antar-kabupaten dan jalur utama Aceh–Sumut serta lintas tengah yang sempat terputus total.
Distribusi logistik terganggu, menyebabkan lonjakan harga kebutuhan pokok di banyak daerah.
Stok air bersih menipis sehingga meningkatkan risiko penyakit pascabanjir.






