Dalam kesempatan itu, BIG juga menyampaikan bahwa bagi daerah yang memiliki keterbatasan dalam menyediakan infrastruktur dan aplikasi geoportal dalam pembentukan dan pengelolaan simpul jaringan, BIG dalam hal ini sudah menyediakan geoportal palapa dan cloud.
Geoportal palapa disediakan untuk daerah yang belum memiliki aplikasi geoportal, sementara cloud disediakan untuk daerah yang belum memiliki infrastruktur sama sekali dalam pembentukan dan pengelolaan simpul jaringan.
Pada sesi diskusi para peserta rapat turut menanyakan beberapa hal, diantaranya, apakah bisa BIG mengfasilitasi untuk pembentukan dan pengembangan SDM yang mengelola simpul jaringan.
“BIG siap untuk melatih SDM yang bertugas dalam mengelola simpul jaringan selama pemerintah daerah mendukung dan serius dalam pengelolaan simpul jaringan” ujar Yusnita
Terkait kabupaten/ kota yang selama ini menggunakan cloud geoportal palapa yang disediakan oleh BIG dan memiliki keinginan untuk migrasi pada server sendiri maka itu dapat dilakukan dengan menginstall geoportal palapa atau geoportal milik daerah pada server yang sudah disediakan.
Namun demikian, Yusnita menyarankan, bagi daerah yang memiliki kemampuan untuk menyediakan server sendiri agar saat pengadaan server memperhatikan spesifikasi yang dibutuhkan oleh geoportal supaya memiliki performa yang baik saat digunakan nanti.
Kepala UPTD Statistik Diskominsa Aceh, Said Azhari ketika membuka rapat teknis mengajak seluruh peserta rapat untuk tetap semangat dan terus bergerak dalam mewujudkan data spasial yang terhubung dalam satu portal secara nasional dalam rangka mengimplementasikan satu data Indonesia.







