Sumardi berharap, preseden buruk yang tengah ngetren di Aceh Tenggara saat ini jangan terus berkelanjutan agar tidak ada terjadi perseteruan antar Jurnalis, dan sehingga mencoreng dunia jurnalistik.
Sumardi juga menyarankan, agar Pemerintah Daerah setempat mengambil satu langkah bijak dengan lebih getol membuat kegiatan pelatihan kewartawanan, seperti Pra UKW atau bahkan UKW.
Hal ini, ungkap Sumardi, mengingat masih banyaknya Wartawan di Aceh Tenggara yang tidak tahu dengan tugas dan fungsinya. Serta, wartawan di Aceh Tenggara lebih terbekali ilmu kejurnalistikan sehingga mengerti tentang etika dan kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugasnya.
“Dari pada harus memberikan pers release hanya untuk membantah pemberitaan kritik kepada media lain, mending seperti itu, agar bisa pahan bagaimana sebenarnya cara kerja jurnalis, ” tutup Ketua PWI Aceh Tenggara itu.( Yusuf)







