Ketua YARA Kota Langsa ini juga mempertanyakan kelayakan LSM yang mengundang para Geuchik setempat, ini harus diliat secara serius oleh Pj Walikota Langsa. Publik perlu mengetahui apakah sudah memenuhi syarat sebagai penyelenggara Bimtek atau belum.
Menurutnya, selama ini kegiatan Bimtek yang diselenggarakan dan diikuti oleh para Geuchik hingga menguras dana desa sangatlah tidak bermanfaat ataupun memberikan keuntungan kepada masyarakat setempat.
Ia juga menghimbau agar dana desa yang nilainya sangat fantastis untuk kegiatan Bimtek, apalagi dengan indikator yang tidak jelas tersebut, maka sudah seharusnya kegiatan seperti ini dihentikan dan dialihkan kepada hal-hal lebih bermanfaat dan secara langsung mempunyai kepentingan pada masyarakat desa. Misalnya membangun pembangunan rumah layak huni bagi kaum dhuafa, khususnya yang fakir miskin, anak yatim, dan sebagainya
“Maka dari itu, kami mengharapkan kepada Pj Walikota Langsa untuk dapat melakukan monitoring pada setiap kegiatan yang dilakukan, jangan hanya membuat kegiatan tetapi tidak ada manfaat dan kepentingan untuk masyarakat,” pungkas H. Thallib.
Setiap tahun kalau sudah keluar dana Desa, selalu ada LSM yang menguras Dana Desa dengan alasan BIMTEK, setiap tahun bimtek itu selalu ada, apa yang dapat di mamfaatkan oleh masyarakat.
Kita juga berharap kepada semua Geyschim di Pemko Langsa, segera hentikan atau batalkan, kegiatan Bimtek, kita juga minta Polres Langsa, dan Kajari Langsa, untuk segera awasi dana desa di Pemko Langsa, tutup H Thallib, yang juga Dosen FH Unsam.
(*)







