“Lembaga Wali Nanggroe Aceh akan mencari universitas di Aceh, Indonesia, sebagai universitas rekanan untuk Kazan State Power Engineering University untuk kerjasama akademik,” kata Wali Nanggroe usai penandatanganan LoI.
Direncakana, perguruan tinggi rekanan tersebut yaitu, Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (UIN Ar Raniry), Universitas Malikulsaleh (Unimal), dan Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha).
Sebagai tindaklanjut, nantinya akan ada penandatanganan nota kesepahaman antara KSPEU dengan masing-masing universitas yang ada di Aceh.
Sebelum penandatanganan LoI, sehari sebelumnya, Wali Nanggroe yang didampingi Staf Khusus Wali Mohammad Raviq, dan Kasubag Protokol Keurukon Katibul Wali Ichsan Iswandi, juga diundang melakukan tour langsung ke KSPEU.
Hadir juga Berlian Helmy selaku Wakil Duta Besar RI untuk Federasi Rusia, beserta para Diplomat dan Staf KBRI Moscow.
Kedatangan Wali Nanggroe disambut hangat oleh jajaran KSPEU.
Diakhir kunjungan, antara Wali Nanggroe dan Edvard Abdullazyanov saling bertukar cindermata, dan melakukan sesi foto bersama dengan jajaran akademik KSPEU.[]






