Sehingga, sambung Almuniza, Stadion Harapan Bangsa tidak bisa dipergunakan untuk acara pembukaan PKA-8 lantaran akan direnovasi untuk persiapan PON 2024. Oleh sebab itu, pembukaan PKA-8 bakal difokuskan kembali ke Taman Sulthanah Safiatuddin.
“Sebagaimana yang kami dapatkan informasi dari seluruh kabupaten/kota, acara perlombaan nantinya ada pawai budaya yang merupakan salah satu agenda penting dalam perhelatan PKA dan ada beberapa kabupaten/kota yang tidak ikut terlibat,” ujar Almuniza
Menurutnya, ada beberapa pertimbangan yang melatarbelakangi penundaan ini, di antaranya adalah untuk mengakomodasi permintaan sejumlah bupati/wali kota yang khawatir tidak cukup siap jika PKA tetap dilaksanakan pada Agustus mendatang. Apalagi ada sejumlah kabupaten/kota di Aceh yang terlambat penetapan anggaran pendapatan dan belanja (APBK)-nya.
Pertimbangan lainnya adalah, PKA kali ini harus juga disesuaikan dengan jadwal/kesempatan kedatangan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) ke Aceh pada November mendatang mengingat PKA ini rencananya akan dibuka oleh Presiden dan perubahan venue pembukaan PKA dari Stadion Harapan Bangsa akan berpindah ke Taman Sulthanah Safiatuddin yang menjadi fokus perhelatan PKA 8.
“Ada beberapa perlombaan yang tidak memenuhi target, seperti perlombaan pawai budaya dengan persentase 40%, selanjutnya kegiatan perlombaan yang berada di Taman Sulthanah Safiatuddin lebih kurang 6-7 persen dan tidak memenuhi presentasi yang diharapkan minimal 80%,” ujar Almuniza.
“Jadi, kita ambil saja hikmahnya. Dengan penundaan pelaksanaan PKA-8 dari yang dijadwalkan semula 19-27 Agustus 2023 bergeser ke 4-11 November 2023, semoga segala persiapan pelaksanaan PKA-8 akan lebih matang, lebih profesional, dan ter-cover semua event dan kegiatan sebagaimana yang menjadi harapan semua rakyat Aceh,” katanya lagi.






