Menurut nya, begitu juga hubungan Walikota dengan DPRK Kota Lhokseumawe beberapa kali diacap memunculkan polemik sehingga kita menilai terjadinya disharmoni, antara Eksekutif dan Legislatif lantas bagaimana mereka bisa bekerja untuk pemberdayaan rakyat dan pembangunan daerah,” Ujar Rizki.
Tokoh Pemuda yang peduli terhadap Lingkungan pendidikan ini, menilai bahwa kedepan Kota Lhokseumawe sebaiknya di pimpin oleh Pj Walikota yang memahami dunia pendidikan, karena Kota Lhokseumawe merupakan daerah yang cukup banyak lembaga pendidikan disini, banyak kampus-kampus besar dan selama ini kita akui bahwa keberadaan kampus dengan puluhan ribu jumlah mahasiswa nya telah banyak membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Bahkan disaat Pemerintah Kota Lhokseumawe dianggap alpa dalam hal meningkatkan perekenomian pendapatan masyarakat maka kampus hadir menjadi solusi,” jelas Rizki Fauzan.
Pj Walikota Lhokseumawe kedepan haruslah di pimpin orang-orang yang mampu menjalin hubungan baik dengan semua pihak termasuk salah satu nya dengan lembaga pendidikan yang ada di daerah.
“Dan saya melihat Pj Gubernur Aceh telah merekomendasi kan 3 orang menjadi Pj Walikota Lhokseumawe”. Ujar Rizki.
Disebutkannya, Satu diantara nya bisa kita katakan cukup berperan di dunia pendidikan selama ini dan tentu punya hubungan baik dengan semua lembaga pendidikan di Aceh khususnya Kota Lhokseumawe,”Kata Rizki yang juga di kenal Aktivis muda itu.
Kalau Pj Walikota imran selama ini jangan kan membangun hubungan baik dengan pihak luar sementara hubungan beliau dengan DPRK Kota Lhokseumawe saja kurang baik. Padahal DPRK merupakan mitra kerja utama Pemerintah kota Lhokseumawe.







