Di sisi lain, Polantas juga aktif melakukan kegiatan pembinaan dan penyuluhan (binluh) kepada pelajar di sekolah-sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran pelajar terhadap pentingnya mematuhi aturan berlalu lintas untuk meminimalisir angka kecelakaan fatalitas.
Secara umum, Polantas juga sangat aktif berperan dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat baik yang bersifat edukatif maupun informatif. Sosialisasi tersebut dilakukan secara statis dan mobile.
Khusus di Provinsi Aceh, sosialisasi terkait lalu lintas dan pesan kamtibmas dilakukan dengan cara yang unik dan sesuai dengan kearifan lokal, yaitu dengan menjalankan program Polisi Meu Pep-Pep.
Secara bahasa, meu pep-pep bermakna merepet. Personel polantas yang ditunjuk untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat melalui program meu pep-pep_ ini melaksanakan tugasnya secara mobile. Mereka menyusuri jalan pasar, jalan raya, dan tempat-tempat keramaian lainnya untuk satu tujuan, yaitu agar pesan kamtibmas dan edukasi terkait lalu lintas bisa tersampaikan.
Namun demikian, apa yang dilakukan polantas ini tidak akan memberi dampak yang signifikan tanpa adanya kerja sama dan dukungan dari seluruh stakeholder dan elemen masyarakat.
Bagaimanapun, dukungan dari masyarakat juga sangat penting agar tujuan utama bisa terwujud, yaitu untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dan menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Peran Polantas di Ruang Digital
Selain di kantor dan di jalan raya, polisi lalu lintas juga hadir untuk memberi pelayanan kepada masyarakat di ruang digital. Di ruang digital, polisi lalu lintas juga bisa memberikan edukasi dan menerima laporan dari masyarakat terkait lalu lintas.






