“Siapa bilang pada saat pandemi kita tidak bisa berprestasi. Saya mendapatkan banyak informasi dimana-mana anak Aceh mengukir juara pada berbagai ajang lomba yang dilaksanakan, baik di daerah, pusat bahkan internasional. Anak Aceh itu unggul dimana-dimana,” kata Kadisdik menyemangati para guru di SMKN 6 Lhokseumawe.
Untuk SMK, lanjutnya, diperlukan adanya kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) agar murid bisa mempraktikkan semua teori yang didapat di sekolah. Sehingga setelah lulus nanti mereka akan menjadi SDM yang handal dan siap dipakai DUDI.
“Kemarin kita baru saja bekerjasama dengan Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh Besar. Mereka berjanji akan memprioritaskan anak Aceh untuk bekerja dan bisa ditempatkan sesuai keahliannya. Kami harap dengan adanya kerjasama ini, kita dapat mengisi peluang kerja ini sebaik-baiknya,” pintanya.
Dorongan keluarga dan guru sangat penting, agar murid dapat lebih mandiri ketika bekerja diluar daerah. Menurutnya, guru harus mampu mengembangkan potensi muridnya agar semangat dalam berlatih dan berusaha.
“Sifat “home sick” yang dimiliki anak harus dapat dirubah. Agar mereka memiliki semangat dalam bekerja. Peran orang tua dan guru adalah modal dasar untuk mengembangkan anak,” ucapnya.
Kadisdik Aceh mengingatkan agar sekolah dapat dijadikan tempat yang nyaman untuk belajar. Guru BK, baik SMA maupun SMK harus mencari siswa siswi yang berprestasi dan memiliki potensi untuk lulus pada Top 10 Universitas Indonesia dan DUDI.
“Kolaborasi dan kerjasama yang baik, akan melahirkan prestasi yang gemilang untuk Pendidikan Aceh dimasa yang akan datang,” imbuhnya.







