Singkil – Acehinspirasi.com – memiliki sejarah panjang, baik sebagai tempat strategis dalam perdagangan maupun pusat penyebaran agama Islam di Nusantara. Beberapa abad sebelum Sriwijaya berjaya, tanah Singkil sudah menjadi primadona para pedagang dari Cina, India, Arab, Melayu, dan daerah lainnya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa Singkil ikut berkembang bersama Barus, menjadi dua kota pelabuhan dengan kesibukan berbeda. Tak disangkal pula bahwa Singkil dan Barus menjadi daerah pertama di Indonesia yang mendapat pengaruh dakwah Islam.
Sejarah ini pula membuat Yayasan Tuah Singkil Raya bertekad untuk mendirikan Dayah Modern Vokasi di sana. Sebab, komunitas muslim pertama terdapat di kedua daerah ini, yang ditandai dengan peninggalan beberapa situs arkeologis berupa beberapa makam muslim di Barus.
Seiring berjalannya waktu, Barus berangsur tenggelam akibat masalah politis para penguasa setempat. Sementara itu, Singkil tetap berjalan stabil sebagai pusat perdagangan sekaligus pusat tumbuhnya agama Islam. Tradisi keislaman di tanah Singkil terjaga dengan baik.
“Para saudagar pun banyak berdatangan, sebagian dari mereka menetap di tanah Singkil, menjadikan kota ini kian diminati para niagawan. Tak mengherankan pula jika beberapa ulama besar terlahir di tanah Singkil, antara lain Syekh Hamzah Fansuri dan Syekh Abdurrauf As-Singkili (Syekh Syah Kuala),” ujar Pendiri Yayasan Tuah Singkil Raya, Drs. H. Rachmat Fitri HD, MPA, yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan Aceh didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Subulussalam-Singkil, Dr. Asbaruddin, S.T.P. MM.M.Eng, Minggu (11/10/2020).







