Juned Tahir mengajak seluruh budayawan dan penggiat senin untuk menjalin kerjasama dengan instansi terkait dalam membina dan melestarikan adat budaya Aceh Tamiang. Menurutnya, adat budaya sangat diperlukan dalam menyelesaikan perkara di tengah masyarakat.
Kepala Sekretariat MAA, M. Fajar membacakan nama penerima penghargaan dari MAA. Adapun peserta yang berhasil meraih Juara 1 dan 3 cabang lomba seumapa/seni pantun yakni Salman Firdaus, Tugino, Muhammad Daud dan Irhamdani.
Selain itu, Juara 3 lomba baca hikayat yang diperoleh Muhammad Rezky, Penggiat Budaya Kuliner (stan bubur pedas) diberikan kepada Desi Dwiyanti.
Dalam bidang seni, Aceh Tamiang memperoleh juara sebagai 5 penyaji terbaik tari tradisi, Juara Harapan 1 lomba tari kreasi baru. Sajian terbaik ini dipersembahkan oleh Sanggar Seni Rampai Tamiang, Sanggar Seni Meuligee Tamiang dan Sanggar Lenggang Mude Community.
Tidak hanya itu, tokoh adat budayawan Aceh Tamiang, Ir. Muntasir Wan Diman, MM berhasil meraih gelar “Syah Alam” dari Lembaga Wali Nanggroe dalam kategori pelestarian adat dan budaya.
Hadir dalam acara apresiasi ini Ketua Adat dan MABMETA (Majelis Adat Budaya Melayu Tamiang), Hambali, para seniman, penggiat seni dan adat budaya serta ketua sanggar. []







