Scroll untuk baca artikel
Girl in a jacket
Aceh

Pemkot Tidak Peduli Dengan Pengemis Anak, YBHA: Pengemis Anak di Banda Aceh Sangat Memprihatinkan

116
×

Pemkot Tidak Peduli Dengan Pengemis Anak, YBHA: Pengemis Anak di Banda Aceh Sangat Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini

Pengemis anak disalah satu warung kopi di Kota Banda Aceh. (Foto: Istimewa)

Banda Aceh, Acehinspirasi.com l Dalam pantauan YBHA Peutuah Mandiri baru-baru ini pengemis anak di Kota Banda Aceh sangat meresahkan.

Kota Banda Aceh sebagai Ibukota Provinsi Aceh seharusnya menjadi contoh bagi kabupaten kota lainnya di Aceh dalam penanganan anak pengemis,”kata Direktur YBHA Peutuah Mandiri, Rudy Bastian kepada media ini melalui rilis, Minggu (24/12/2923).

Akan tetapi justru keadaan ini bertolak belakang dengan fakta dilapangan.
YBHA menemukan anak-anak yang mengemis disejumlah sudut Kota Banda Aceh sangat memprihatinkan dan mengiris hati.

Selanjutnya Anak-anak pengemis tersebut beranjak dengan berbagai alasan sosial, baik itu anak dalam katagori yatim, yatim piatu, dan fakir miskin. Pemerintah Kota terasa tidak peduli dengan keberadaan mereka.

Usia anak yang mengemis rata-rata berada diusia Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah bahkan ada balita usia 4 tahun sampai jam 01.00 wib dini hari masih mengemis disalah satu warung kopi di Banda Aceh.

Masyarakat yang menyaksikan hal diatas hanya bisa mengelus dada dan pasrah melihat anak-anak tersebut mengemis.

YBHA menduga ada sindikat besar yang mengelola anak-anak tersebut untuk dibiarkan mengemis sampai tengah malam. Seharusnya di jam tersebut anak-anak seusianya sudah istirahat dirumah agar bisa bersekolah esok harinya.

Tapi justru waktu istirahat tersebut anak-anak pengemis berkeliaran di sejumlah warung kopi dan sudut jalan di Kota Banda Aceh.

Kota Banda Aceh sebagai salah satu Kota Layak Anak (KLA) yang telah dinobatkan dalam apresiasi KLA 2023 di Semarang, pada 22 Juli 2023 ternyata tidak selaras dengan anugerah tersebut.